Detik Timur – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kedaton Timur kian memanas dan diwarnai krisis kepercayaan. Kredibilitas Purwanto, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang kini mencalonkan diri sebagai Kepala Desa, berada di ujung tanduk akibat jejak digital dugaan poligami terselubung.
Berdasarkan penelusuran, tabir kehidupan personal Purwanto perlahan terbongkar. Ia dikabarkan telah memiliki istri kedua yang berasal dari Provinsi Lampung. Bukan sekadar hubungan seumur jagung, dari pernikahan yang diduga dilakukan di luar radar masyarakat Kedaton Timur tersebut, Purwanto diketahui telah memiliki seorang putra yang kini berusia delapan tahun.
Investigasi menemukan sederet bukti dari akun Facebook bernama “FoeerShyee Dhesieantoe”, yang diduga kuat merupakan istri kedua Purwanto dari Lampung. Sebuah foto profil tertanggal 22 April 2017 memperlihatkan Purwanto dan perempuan tersebut berpose bersama dalam balutan busana pengantin dengan peci adat. (PUR 7)
Teka-teki ini bukan lagi sekadar desas-desus politik. Keharmonisan keluarga rahasia ini juga terekam jelas dalam potret Purwanto bersama perempuan tersebut dan seorang anak balita yang diunggah pada 8 Mei 2017, serta foto kebersamaan keluarga berlatar belakang dekorasi hajatan. (PUR 8)
Bukti yang disebut dalam penelusuran tersebut juga muncul di kolom komentar. Seorang rekan bernama Murni secara eksplisit menanyakan status pria di dalam foto: “Lki U AP tu ciik,,,” (Itu suami kamu kah?).
Rekan tersebut bahkan menegaskan status mereka dengan ucapan, “slm dg lki U terus mga langgeng slalu”. (PUR 6)
Fakta yang disebut dalam penelusuran tersebut memicu kritik sangat tajam. Jika seorang calon pemimpin berani merekayasa citra dan menutupi fakta keluarganya sendiri dengan rapi, publik berhak meragukan transparansinya dalam mengelola Anggaran Dana Desa (ADD) kelak.
Hal tersebut kemudian disebut sebagai indikator persoalan integritas moral seorang pejabat publik.
Menyembunyikan istri dan anak di luar sepengetahuan warga disebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap asas kejujuran.
Masyarakat Kedaton Timur kini harus cerdas. Jangan sampai masa depan desa digadaikan kepada sosok yang dinilai gagap transparansi dan memiliki beban rahasia di belakang layar. ***












