Regional

46,6 Ton Bantuan untuk Perempuan dan Anak Korban Gempa NTT Disiapkan

×

46,6 Ton Bantuan untuk Perempuan dan Anak Korban Gempa NTT Disiapkan

Sebarkan artikel ini
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyerahkan bantuan untuk perempuan dan anak terdampak gempa M7,7 NTT kepada BNPB di Pos Pendukung Logistik Nasional, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (23/8/2026). (BNPB)

Detik Timur – Bantuan khusus bagi perempuan dan anak terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur disiapkan sebanyak 46,6 ton. Bantuan tersebut dihimpun Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama sejumlah mitra pembangunan dan diserahkan kepada BNPB, Minggu (23/8/2026).

Kebutuhan kelompok rentan menjadi perhatian dalam penyaluran bantuan kali ini. Selain bahan pangan, bantuan mencakup perlengkapan kebersihan pribadi hingga kebutuhan anak selama berada dalam kondisi pascabencana.

Di antara bantuan yang disiapkan terdapat nutrisi balita dan anak, air minum kemasan, makanan olahan dan logistik siap saji. Perlengkapan kebersihan yang ikut dikirim berupa popok bayi, pembalut, sabun, pasta gigi, sikat gigi, serta losion antinyamuk.

Bantuan lainnya berupa pakaian anak dan dewasa, mukena, abaya, handuk, selimut dan sarung. Anak-anak juga mendapat buku cerita dan buku mewarnai sebagai bagian dari dukungan psikososial.

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati di Pos Pendukung Logistik Nasional, Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Bantuan itu tidak dikumpulkan secara acak. Kemen PPPA sebelumnya berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di tingkat provinsi dan tujuh kabupaten terdampak di NTT untuk memetakan kebutuhan perempuan dan anak.

Hasil pemetaan tersebut kemudian disampaikan kepada mitra pembangunan. Sejumlah organisasi dan perusahaan merespons dengan memberikan dukungan, antara lain APSAI, APNIA, Danone, APJI, Muslimat NU, PWKI, IWAPI, Unilever, PERKIN dan Nestlé.

BNPB selanjutnya mengatur pengelolaan bantuan melalui Pos Pendukung Logistik di Labuan Bajo dan Maumere. Koordinasi juga dilakukan dengan Kemen PPPA dan pihak terkait agar bantuan dapat sampai kepada warga yang membutuhkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *