Regional

12 Personel Kawal Kamtibmas di Dua Kecamatan, Polsek Haharu Maksimalkan Pelayanan

×

12 Personel Kawal Kamtibmas di Dua Kecamatan, Polsek Haharu Maksimalkan Pelayanan

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Haharu IPDA Leri Yermi Neparasi, S.AP., foto bersama rekan-rekannya di Polsek Haharu, Kabupaten Sumba Timur. (DetikTimur.com/Kobus Tena)

Detik Timur – Sebanyak 12 personel Polsek Haharu menjalankan tugas kepolisian untuk melayani masyarakat di wilayah hukum yang mencakup dua kecamatan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Haharu dengan tujuh desa serta Kecamatan Kanatang yang terdiri dari satu kelurahan dan empat desa.

Kapolsek Haharu IPDA Leri Yermi Neparasi, S.AP., mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan tugas, terutama karena luas wilayah yang harus dijangkau tidak sebanding dengan jumlah personel yang tersedia.

“Dari 12 personel, dua personel adalah Bhabinkamtibmas yang ditugaskan khusus untuk Kecamatan Kanatang dan Desa Kuta,” kata Leri.

Menurut Leri, keterbatasan personel juga diperhadapkan dengan karakteristik masyarakat dan kondisi setiap desa yang berbeda. Situasi tersebut menuntut anggota untuk mampu menyesuaikan pola pendekatan dalam memberikan pelayanan.

“Tantangan internal, jumlah personel yang minim dengan luas wilayah yang luas serta masih terbatasnya sarana dan prasarana dalam mendukung kegiatan,” ujarnya.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan bagi Polsek Haharu untuk mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

Leri mengatakan pihaknya berupaya memaksimalkan personel dan fasilitas yang tersedia agar tugas perlindungan, pengayoman, dan pelayanan tetap berjalan.

“Walaupun demikian, Polsek Haharu senantiasa memaksimalkan fasilitas yang ada untuk memberikan pelayanan masyarakat yang maksimal,” katanya.

Sejak memimpin Polsek Haharu pada Juni 2026, Leri juga mendorong anggotanya untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Menurut dia, pelayanan kepolisian tidak cukup hanya mengandalkan tindakan ketika persoalan sudah terjadi. Kehadiran anggota di tengah masyarakat juga diperlukan untuk mengetahui persoalan sejak awal.

“Kami ingin masyarakat merasa bahwa polisi adalah bagian dari masyarakat yang hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan,” tegasnya.

Dalam menjalankan tugas tersebut, Polsek Haharu juga mengandalkan dukungan pemerintah desa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Leri menilai keberadaan para tokoh tersebut membantu kepolisian memahami kondisi masyarakat sekaligus membangun komunikasi dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

“Polsek Haharu tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan para tokoh untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas,” ungkapnya.

Ke depan, Polsek Haharu memprioritaskan peningkatan kualitas pelayanan, kehadiran anggota di tengah masyarakat, kegiatan pencegahan, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.

“Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas agar pelayanan kepolisian semakin cepat, humanis, profesional, transparan, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Leri.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *