Regional

Selamat dari Gempa Flores, Warga yang Berada di Laut Tak Rasakan Getaran

×

Selamat dari Gempa Flores, Warga yang Berada di Laut Tak Rasakan Getaran

Sebarkan artikel ini
Aktivitas wisata di perairan Pulau Padar, Flores. Seorang warga yang sedang membawa dua tamu menggunakan skoci mengaku tidak merasakan getaran gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026). (DetikTimur.com/Kobus Tena)

Detik Timur – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi menyisakan cerita berbeda bagi warga yang saat kejadian berada di laut.

Seorang warga Olizh Jagoam yang tengah membawa dua tamu menuju salah satu spot wisata di Pulau Padar mengaku sama sekali tidak merasakan getaran gempa tersebut.

Saat itu, ia berada di atas skoci milik kapal bersama dua orang tamunya. Perjalanan berlangsung seperti biasa hingga mereka tiba di pintu masuk kawasan wisata.

Justru di lokasi tersebut ia baru mengetahui bahwa telah terjadi gempa besar di Flores.

“Getaran gempa itu sama sekali tidak saya rasakan. Saat itu saya sedang berada di atas skoci milik kapal kami, bersama dua orang tamu, dalam perjalanan menuju spot wisata di Pulau Padar,” ujarnya.

Ia mengatakan, petugas dan para pemandu wisata yang ditemuinya langsung menanyakan kondisi mereka setelah gempa. Pertanyaan itu membuatnya terkejut karena sebelumnya tidak mengetahui adanya gempa.

Ia kemudian menyampaikan bahwa dirinya maupun dua tamu yang dibawanya tidak merasakan getaran tersebut.

Kabar gempa juga segera datang dari keluarga. Sang istri menghubunginya melalui telepon untuk memastikan kondisinya.

Dari komunikasi tersebut, ia memastikan dirinya, istri, anak-anak hingga orang tuanya berada dalam keadaan baik. Rumah keluarganya juga dilaporkan aman.

Di tengah kabar gempa yang menyebar luas, ia mengaku bersyukur seluruh keluarganya selamat dan berada dalam kondisi baik.

“Sampai di titik ini, hanya sujud syukur yang bisa kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas perlindungan-Nya kepada kami sekeluarga,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada teman-teman di media sosial, khususnya mereka yang berada di luar Flores, yang sejak gempa terjadi terus menghubungi dan menanyakan kondisi dirinya serta keluarga.

Menurutnya, perhatian tersebut sangat berarti, meski sebagian dari mereka hanya saling mengenal melalui media sosial.

Ia sekaligus mengajak masyarakat di Flores dan wilayah sekitarnya tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Menurut dia, informasi mengenai perkembangan gempa sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG, BNPB maupun media yang dapat dipercaya.

Ia mengingatkan dalam situasi bencana, informasi yang belum jelas justru dapat memperbesar kepanikan.

“Di tengah situasi seperti ini, banyak sekali informasi hoaks yang berseliweran. Alih-alih membantu, justru informasi itu memicu kepanikan massal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan situasi bencana sebagai ruang mengejar perhatian semata melalui konten yang belum tentu memiliki dasar informasi yang benar.

“Mari kita lebih bijak. Jaga diri, jaga sesama, dan saling menguatkan,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *