Detik Timur – Upaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba tidak hanya dilakukan di jalan dan ruang publik. Di Sumba Timur, kepolisian mulai memperkuat pencegahan dari lingkungan keagamaan dengan mengajak jemaat gereja ikut menjadi bagian dari gerakan melawan narkoba.
Pesan itu disampaikan Satuan Reserse Narkoba Polres Sumba Timur dalam Warta Mimbar di Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Kalu, Minggu pagi (16/8/2026).
Kasat Resnarkoba Polres Sumba Timur Iptu I Gede Putu Parwata, S.H., bersama personelnya hadir di tengah jemaat untuk menyampaikan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Sebanyak 214 jemaat mengikuti ibadah tersebut. Kehadiran polisi mendapat sambutan dari Majelis dan Pendeta setempat.
Dari mimbar gereja, Parwata mengingatkan bahwa perang terhadap narkoba membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Gereja, menurut dia, memiliki posisi penting sebagai ruang pembentukan moral dan karakter, terutama dalam melindungi anak-anak serta generasi muda.
“Melalui P4GN, kami mengajak seluruh jemaat untuk bersama-sama Tolak, Cegah, dan Laporkan peredaran narkoba. Tubuh kita adalah Bait Allah, mari kita jaga agar tidak dirusak oleh narkoba,” ujar Parwata.
Ia mengatakan ancaman narkoba kini berkembang mengikuti perubahan pola komunikasi masyarakat. Peredaran dapat dilakukan melalui media sosial, disamarkan sebagai obat-obatan tertentu, hingga masuk melalui lingkungan pertemanan.
Karena itu, keluarga dan lingkungan sosial dinilai memiliki peran penting untuk mengenali lebih awal potensi penyalahgunaan narkoba.
Dalam kesempatan tersebut, personel Satresnarkoba juga menjelaskan sejumlah ciri pengguna narkoba serta membuka informasi mengenai layanan pengaduan. Masyarakat diminta tidak membiarkan aktivitas yang mencurigakan berlalu tanpa laporan. Polisi memastikan identitas masyarakat yang melapor akan dirahasiakan.
Bagi pihak gereja, pendekatan semacam ini dinilai penting karena pencegahan tidak cukup hanya dilakukan oleh aparat. Peran orang tua, majelis, pemuda gereja dan lingkungan sekitar dibutuhkan untuk menjaga anak-anak dari pengaruh narkoba.
“Kami mendukung penuh program P4GN ini. Mari orang tua, majelis, dan pemuda gereja bersama-sama mengawasi dan membina anak-anak kita agar jauh dari narkoba,” ucap perwakilan Majelis Gereja.
Sosialisasi dari lingkungan gereja tersebut menjadi bagian dari upaya Satresnarkoba Polres Sumba Timur memperluas gerakan “Tanah Marapu Bersih Narkoba”
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Satresnarkoba Polres Sumba Timur memperluas edukasi P4GN ke berbagai lingkungan masyarakat. Polisi berharap keterlibatan gereja dan jemaat dapat memperkuat upaya pencegahan sejak dini, terutama dalam melindungi anak dan generasi muda dari pengaruh narkoba.***












