Detik Timur – Aktivitas lalu lintas di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, terus meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di sejumlah kawasan.
Kasat Lantas Polres Sumba Timur, AKP Rahmat Agus Ibrahim, SE, mengatakan kondisi lalu lintas secara umum cukup ramai. Salah satu pemicunya adalah aktivitas sejumlah pelabuhan yang menjadi jalur keluar-masuk kendaraan dan masyarakat.
“Secara umum untuk kondisi lalu lintas Kabupaten Sumba Timur ramai, dikarenakan adanya Pelabuhan Pelindo, ASDP dan Pelabuhan Rakyat,” kata Rahmat kepada detiktimur.com, Minggu (16/8/2026).
Menurut dia, kepadatan lalu lintas juga dipengaruhi aktivitas perusahaan dan pembangunan di wilayah tersebut. Kehadiran PT MSM serta pembangunan tambak udang ikut meningkatkan pergerakan karyawan maupun kendaraan operasional.
Di tengah tingginya mobilitas itu, persoalan lain yang masih ditemukan adalah rendahnya kesadaran sebagian pengendara terhadap keselamatan berlalu lintas.
Rahmat menyebut pelanggaran yang kerap ditemukan antara lain pengendara tidak menggunakan helm, penggunaan knalpot brong atau racing, kendaraan tanpa kelengkapan seperti Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan kaca spion, hingga pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Pelanggaran lalu lintas yang sering ditemukan di antaranya kurang kesadaran masyarakat untuk berkendara yang berkeselamatan,” ujarnya.
Untuk menekan pelanggaran sekaligus mencegah kecelakaan, Satlantas Polres Sumba Timur memilih memperkuat pendekatan edukasi dan pencegahan.
Himbauan mengenai aturan berlalu lintas terus disampaikan melalui media sosial. Polisi juga mendatangi komunitas motor serta lembaga pendidikan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, melalui kegiatan dialogis dan program Polantas Menyapa.
Satlantas juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk pengadaan dan peremajaan rambu-rambu peringatan maupun larangan. Langkah itu dinilai penting agar pengguna jalan semakin memahami dan mematuhi aturan.
Pengawasan turut dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan. Salah satunya melalui pemeriksaan kendaraan atau ramp check di pangkalan bus Damri dan terminal untuk memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi persyaratan laik jalan.
Terhadap pelanggaran yang ditemukan di jalan, polisi juga melakukan teguran. Pengendara yang tidak menggunakan helm, misalnya, diminta melengkapi perlengkapan keselamatan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Pelanggar yang tidak menggunakan helm ataupun pelanggaran lainnya kami hentikan dan lengkapi kendaraannya agar mengurangi angka kecelakaan lalu lintas serta fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Selain itu, operasi gabungan bersama Dispenda, Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan juga dilakukan. Sasaran kegiatan mencakup administrasi pajak kendaraan, kelengkapan kendaraan serta kelengkapan pengendara.
Satlantas Polres Sumba Timur juga mengaktifkan Forum Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLL). Forum tersebut menjadi ruang koordinasi antarlembaga dalam menangani persoalan lalu lintas sekaligus merumuskan langkah bersama untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Sumba Timur.
Rahmat mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap keselamatan sebagai urusan aparat semata. Menurutnya, setiap pengendara memiliki peran untuk menciptakan lalu lintas yang aman.
“Cek kembali kendaraan dan kelengkapan pengendara sebelum beraktivitas. Selalu patuhi dan pahami aturan berlalu lintas selama di jalan,” pesannya.
Ia juga meminta pengendara mengurangi berbagai gangguan yang dapat menghilangkan fokus dan konsentrasi saat berkendara.
“Utamakan keselamatan daripada kecepatan. Satu nyawa sangatlah berarti. Mari jadikan kita sendiri menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di jalan,” pungkasnya.***












