Detik Timur – Wilayah Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), secara umum masih dalam kondisi aman dan kondusif. Namun, kepolisian tetap mewaspadai sejumlah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama seiring meningkatnya perhatian investor terhadap sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Kapolsek Wanukaka, IPTU I Gusti Ngurah Agung Eka Saputra, mengatakan karakteristik wilayah Wanukaka yang didominasi kawasan agraris dan pegunungan, serta kuatnya hubungan kekeluargaan masyarakat, menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan.
Menurut dia, selain potensi konflik lahan dan persoalan adat, kegiatan pesta adat juga menjadi salah satu situasi yang perlu mendapat perhatian.
“Pada umumnya situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Wanukaka relatif kondusif, namun tetap ada potensi, di mana wilayah Kecamatan Wanukaka apalagi saat ini menjadi perhatian investor pada bidang pariwisata,” kata Agung.
Ia menjelaskan, sejumlah persoalan yang menjadi perhatian kepolisian antara lain peredaran minuman keras oplosan, perjudian, pencurian ternak, kenakalan remaja, hingga konflik yang berkaitan dengan lahan dan adat.
Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Polsek Wanukaka mengedepankan langkah preventif melalui patroli rutin dan kegiatan sambang desa.
“Rekan-rekan Bhabinkamtibmas setiap turun lapangan wajib memberikan imbauan kamtibmas di setiap desa binaan,” jelas Agung.
Agung mengatakan, Polsek Wanukaka sebagai jajaran yang mengedepankan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) terus membangun pendekatan langsung dengan masyarakat.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui sinergi tiga pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa dan kepala desa. Selain itu, polisi juga melibatkan tokoh adat, tokoh agama, serta pemuda melalui forum group discussion (FGD) dan kegiatan sambang.
“Polsek Wanukaka adalah Polsek harkamtibmas yang dikedepankan adalah pendekatan ke masyarakat,” katanya lagi.
Ke depan, kata Agung, pihaknya akan memperkuat langkah pencegahan dengan meningkatkan patroli malam, memperkuat sumber daya manusia (SDM) Bhabinkamtibmas, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.
Kolaborasi dengan pemerintah desa juga akan diperkuat, terutama dalam mendeteksi secara dini potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.
Agung menegaskan, menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Ia mengajak masyarakat Kecamatan Wanukaka untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling), tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada Bhabinkamtibmas maupun Polsek Wanukaka.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak keamanan dalam hal ini Polsek Wanukaka semata, namun menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ia berharap partisipasi aktif masyarakat dapat terus dibangun sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Wanukaka, tetap terpelihara.***












