Regional

Minim Informasi Jadi Kendala Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Sumba Timur Perkuat Strategi dan Minta Peran Aktif Warga

×

Minim Informasi Jadi Kendala Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Sumba Timur Perkuat Strategi dan Minta Peran Aktif Warga

Sebarkan artikel ini
Kasat Resnarkoba Polres Sumba Timur Iptu I Gede Putu Parwata, S.H. (Dok. DetikTimur)

Detik Timur – Peredaran narkotika masih menjadi perhatian Satuan Reserse Narkoba Polres Sumba Timur. Meski hingga kini belum ada kasus peredaran yang berhasil diungkap, kepolisian menyatakan indikasi peredarannya tetap ada.

Kasat Resnarkoba Polres Sumba Timur Iptu I Gede Putu Parwata, S.H., mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pihaknya untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penegakan hukum.

“Terkait kondisi peredaran narkoba di Sumba Timur, kita nyatakan ada, namun sampai saat ini belum terungkap,” kata Parwata.

Menurut dia, pola atau modus peredaran narkoba saat ini cenderung lebih rapi. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh adanya proses pengungkapan kasus sebelumnya.

“Pola atau modusnya agak rapi, mungkin pengaruh adanya proses pengungkapan sebelumnya. Biasanya kejahatan itu juga fleksibel mengikuti sitkamtibmas, makanya kami intensifkan upaya pencegahan tanpa mengesampingkan penegakan hukum tegas,” ujarnya.

Parwata mengatakan, penguatan internal juga menjadi perhatian Satresnarkoba. Evaluasi dilakukan terhadap kinerja personel, sarana dan prasarana pendukung, hingga berbagai kendala yang dihadapi anggota ketika menjalankan tugas.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menentukan solusi yang tepat sehingga kualitas dan efektivitas kerja personel dapat terus ditingkatkan.

Di tengah keterbatasan informasi mengenai peredaran narkoba, kepolisian juga mendorong keterlibatan masyarakat. Menurut Parwata, informasi dari masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mengungkap jaringan maupun peredaran narkotika.

“Kami terus menggaungkan upaya pencegahan agar masyarakat tidak takut memberikan informasi, karena satu informasi akurat dapat menyelamatkan ribuan generasi,” ungkapnya.

Satresnarkoba Polres Sumba Timur juga membuka akses melalui call center dan media sosial resmi untuk memudahkan masyarakat menyampaikan informasi. Identitas pemberi informasi, kata Parwata, akan dijaga kerahasiaannya.

Ia mengakui, minimnya informasi menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam upaya pemberantasan narkotika di Sumba Timur. Namun, kondisi itu justru menjadi tantangan bagi kepolisian untuk menyusun strategi yang lebih fleksibel.

“Minimnya informasi menjadi tantangan kami untuk lebih semangat memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sumba Timur dengan strategi-strategi fleksibel sehingga peran masyarakat bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Parwata mengajak masyarakat tidak bersikap pasif terhadap ancaman narkotika. Ia menegaskan pemberantasan narkoba membutuhkan kerja bersama antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk berani katakan TIDAK pada narkoba. Karena Polri tak bisa kerja sendiri untuk memberantas narkoba, peran aktif masyarakat sangat diharapkan demi menjaga generasi tetap sehat, tetap hebat tanpa narkoba,” tegasnya.

keterbatasan informasi yang masih menjadi kendala, Satresnarkoba Polres Sumba Timur terus memperkuat strategi pencegahan dan mendorong peran aktif masyarakat. Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dinilai penting untuk memutus ruang gerak peredaran narkotika serta melindungi generasi muda di Sumba Timur.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *