Detik Timur – Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Arpud U.R. Mangalema, S.Pd., menyatakan lembaga legislatif akan memusatkan perhatian pada pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pemerataan pembangunan infrastruktur dalam mengawal pembangunan daerah.
Menurut Arpud, tiga agenda tersebut menjadi prioritas DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan selama masa kerja ke depan.
Prioritas pertama adalah mengawal program pengentasan kemiskinan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah. Program tersebut meliputi Rumah Mandiri, PK POM, percepatan penurunan stunting, serta pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan hingga ke desa-desa.
Selain itu, DPRD akan mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada petani, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Arpud, sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata berbasis budaya lokal memiliki potensi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Sumba Tengah.
Di bidang infrastruktur, DPRD juga akan mengawal pembangunan jalan penghubung antardesa, penyediaan air bersih, dan perluasan jaringan listrik, terutama bagi wilayah yang selama ini masih tertinggal.
“Kami memang mengalami efisiensi anggaran yang cukup besar dan sangat berdampak pada pembangunan di Kabupaten Sumba Tengah. Namun, kami tetap optimistis Sumba Tengah harus menjadi lebih baik,” kata Arpud kepada DetikTimur.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (1/8/2026).
Dalam waktu dekat, DPRD akan membahas Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027. Pembahasan itu diarahkan agar setiap alokasi APBD benar-benar digunakan secara transparan, efisien, dan tepat sasaran.
Di samping itu, seluruh anggota DPRD dijadwalkan melaksanakan reses di daerah pemilihan masing-masing untuk menyerap aspirasi masyarakat. Masukan dari warga, kata Arpud, akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan penganggaran daerah.
Arpud berharap pembangunan di Kabupaten Sumba Tengah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau capaian fisik, tetapi juga dari meningkatnya rasa keadilan dan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat.
Ia mengajak pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah.
“Dengan semangat gotong royong dan tata kelola pemerintahan yang baik, saya yakin Sumba Tengah dapat menjadi daerah yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” ujarnya.***












