Detik Timur – Keluarga besar SMA Wali Ate Desa Weekura mengunjungi keluarga korban kebakaran rumah milik Eno, yang akrab disapa Bapa Ria, di Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kunjungan itu dilakukan beberapa hari setelah rumah Bapa Ria hangus terbakar. Kepala sekolah bersama para guru turut datang untuk memberikan dukungan moril sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga korban kebakaran.
Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut. Para siswa menyapa keluarga korban, menyerahkan bantuan berupa amplop, serta menyampaikan doa dan semangat agar mereka tetap tabah menghadapi musibah.
Pihak SMA Wali Ate menyebut kegiatan itu merupakan bagian dari pendidikan karakter yang selama ini diterapkan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
Bagi keluarga besar SMA Wali Ate, kunjungan itu bukan sekadar menyerahkan bantuan. Mereka juga belajar bahwa musibah dapat menimpa siapa saja sehingga semangat gotong royong dan saling menguatkan perlu terus dipelihara.
Kehadiran kepala sekolah, guru, dan para siswa disambut hangat oleh keluarga Bapa Ria. Di tengah upaya memulai kembali kehidupan setelah kehilangan rumah akibat kebakaran, dukungan dari dunia pendidikan menjadi penguat bagi keluarga korban.
Salah seorang guru yang juga Bendahara Sekolah SMA Wali Ate, Nofliana Theresia Lende, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan upaya untuk ikut merasakan beban yang dialami keluarga korban.
“Tidak banyak yang kami berikan, tetapi ini sebagai tanda bahwa kami turut hadir dan ingin menguatkan mereka agar kembali memiliki semangat menjalani hidup,” kata Nofliana Theresia Lende saat ditemui DetikTimur.com di kediamannya usai kunjungan.
Pihaknya berharap bantuan yang diberikan, meski tidak seberapa, dapat meringankan beban keluarga Bapa Ria sekaligus menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan tersebut.
Menurutnya, nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial harus terus ditanamkan kepada para siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang peka terhadap lingkungan dan sesama.***








