Hukrim

Oknum Kades Mataredi Minta Berita Utang Babi Dihapus, Saya Merasa Tertekan Sekali

×

Oknum Kades Mataredi Minta Berita Utang Babi Dihapus, Saya Merasa Tertekan Sekali

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: (DetikTimur.com/Kobus Tena)

Detik Timur – Kepala Desa Mataredi, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, Aris Umbu Rauta, meminta pemberitaan terkait persoalan utang ternak yang melibatkan dirinya dan warga Sumba Barat Daya, Eduardus Bulu Dappa, dihapus dari media.

Eduardus merupakan warga Kampung Gollu Dodo, Desa Gollu Sapi, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, yang sebelumnya menagih penyelesaian utang ternak kepada Aris.

Dalam wawancara dengan DetikTimur.com melalui sambungan WhatsApp, Kamis (1/10/2026), Aris mengakui bahwa persoalan utang tersebut memang pernah terjadi. Ia juga menjelaskan bahwa utang yang sebelumnya berupa babi kemudian dibicarakan untuk diganti dengan kerbau.

“Kalau soal itu, Bapak, benar utang itu dulu,” kata Aris.

Aris mengatakan keterlambatan penyelesaian utang bukan karena dirinya tidak mau bertanggung jawab. Ia menyebut berbagai kesibukan dan persoalan pribadi membuat janji penyelesaian yang sebelumnya disepakati belum terealisasi.

Menurut Aris, ia masih berupaya berkomunikasi dengan Eduardus melalui telepon. Ia meminta pihak yang memiliki piutang bersabar karena kondisi yang sedang dihadapinya.

Namun, setelah persoalan tersebut diberitakan, Aris mengaku merasa tertekan. Ia keberatan karena persoalan utang yang menurutnya merupakan urusan pribadi antara dirinya dan pihak yang memiliki piutang kemudian diketahui publik.

“Saya sangat merasa tertekan sekali,” katanya.

Aris juga menilai pemberitaan tersebut membuat dirinya merasa nama baiknya tercemar.

“Saya tidak merasa nyaman juga, Bapak,” tuturnya.

Meski keberatan dengan pemberitaan, Aris kembali mengakui adanya utang tersebut.

“Betul, hanya saya tidak sangka, Bapak. Hanya betul barang itu ada di saya,” ucapnya.

Di bagian akhir percakapan, Aris meminta agar pemberitaan mengenai persoalan tersebut dihapus. Permintaan itu disampaikan dengan alasan agar persoalan antara dirinya dan Eduardus dapat kembali dibicarakan secara kekeluargaan.

“Kalau bisa itu, supaya bisa dihapus dulu ini, Bapak,” pintanya.

Aris kemudian menjelaskan bahwa permintaan tersebut bukan dimaksudkan sebagai perintah kepada wartawan. Ia mengusulkan agar pihak-pihak yang bersangkutan dipertemukan untuk membicarakan penyelesaian persoalan.

“Bukan saya perintahkan, Bapak. Tapi maksud saya, bagaimana Bapak bisa panggil terhadap Bapak Nona, sehingga kami dua ini ada mengklarifikasi bagaimana,” jelasnya.

Persoalan ini sebelumnya mencuat setelah Eduardus mempertanyakan penyelesaian utang ternak yang disebut belum dituntaskan sesuai kesepakatan.

Dalam percakapan tersebut, Aris menyampaikan bahwa dirinya tetap memiliki niat untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan menjaga hubungan kekeluargaan dengan pihak yang memiliki piutang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *