Hukrim

Ditembak Polisi Saat Hendak Ditangkap, Terduga Pencuri Ternak Tewas di Sumba Barat

×

Ditembak Polisi Saat Hendak Ditangkap, Terduga Pencuri Ternak Tewas di Sumba Barat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Polisi menembak terduga pelaku pencurian ternak di Sumba Barat yang berujung pada kematian JT, Selasa (15/9/2026). (Kobus Tena/DetikTimur.com)

Detik Timur – Penangkapan terhadap JT merupakan bagian dari penyelidikan polisi atas tiga laporan pencurian yang terjadi pada waktu berbeda.

Sebelum mendatangi rumah JT, tim gabungan Polres Sumba Barat telah menangkap tiga pria yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut.

Dua orang berinisial ASBL (46) dan KY (35) ditangkap sekitar pukul 02.00 Wita di Kampung Praidita, Desa Waimanu, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah.

Dari pemeriksaan terhadap keduanya, polisi memperoleh informasi mengenai terduga pelaku lain. Sekitar pukul 06.00 Wita, polisi kemudian menangkap YKM di Kampung Waikarar, Desa Katikuloku, Kecamatan Wanokaka, Sumba Barat.

Polisi juga menemukan seekor kerbau jantan di rumah ASBL. Hewan tersebut dicurigai berkaitan dengan kasus pencurian dan kini diamankan di Polsek Loli.

Dalam laporan tersebut, polisi mengaitkan ASBL dan YKM dengan perkara pencurian dengan kekerasan yang dilaporkan pada 21 Februari 2026 di wilayah Katikutana, Sumba Tengah.

ASBL, YKM, dan JT juga disebut berkaitan dengan perkara pencurian di Jalan Tana Rara, Desa Tana Rara, Kecamatan Loli, pada 5 September 2026.

Adapun JT disebut pernah dilaporkan dalam kasus pencurian dengan pemberatan di wilayah Kecamatan Loli pada 10 Mei 2022.

Polisi menduga kasus-kasus tersebut berkaitan dengan jaringan pencurian ternak. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan pelaku lain.

Kematian JT menjadi bagian paling serius dalam penangkapan tersebut. Polisi menyebut tembakan dilepaskan untuk melumpuhkan JT setelah tiga kali tembakan peringatan tidak membuatnya berhenti.

Namun, tembakan yang diarahkan ke kaki justru mengenai bahu kanan dan kemudian menyebabkan JT meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.

Polres Sumba Barat menyatakan akan melanjutkan proses penyelidikan terhadap perkara pencurian ternak. Polisi juga mengantisipasi kemungkinan munculnya ketegangan saat jenazah JT dipulangkan ke rumah keluarga.

Keluarga JT telah dihubungi polisi terkait proses penanganan jenazah. Sementara itu, hasil visum menjadi bagian dari penanganan atas kematian JT.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *