Detik Timur – Sejumlah warga Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, tak bosan menyampaikan keluhan tentang kondisi jalan penghubung Desa Weekombak dan Desa Weekura yang mengalami kerusakan.
Jalan tersebut dinilai penting bagi mobilitas warga karena menjadi jalur penghubung antardesa. Warga berharap pemerintah segera memperhatikan dan memperbaiki jalan tersebut.
Salah seorang warga, Dominggus Dappa Tanga, mengatakan kondisi jalan yang rusak menyulitkan warga saat melintas. Ia bahkan mengaku beberapa kali jatuh dari sepeda motor ketika melewati jalan tersebut.
“Selama saya lewat jalan ini, kadang-kadang saya jatuh dari motor, bisa juga motor rusak, dan jalan ini perlu sekali diperbaiki,” kata Dominggus.
Menurut dia, jalan tersebut memiliki peran penting karena menghubungkan warga dari satu desa ke desa lainnya. Selain itu, terdapat fasilitas pelayanan publik dan akses menuju rumah sakit yang dapat dipersingkat jika jalan itu diperbaiki.
“Nyambung orang lalu-lalang dari desa ke desa, lebih-lebih dari kecamatan ke kecamatan, terlebih khususnya rumah sakit,” ujarnya.
Dominggus mengatakan warga dari desa sekitar yang hendak menuju rumah sakit harus menempuh jalur memutar. Kondisi itu menjadi persoalan serius, terutama bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dalam keadaan darurat.
“Kalau ada yang sakit dari desa sana untuk datang ke sini, masih keliling ke Waimangura atau ke mana namanya itu. Nah, itu yang sangat-sangat dibutuhkan dari kami masyarakat kecil,” katanya.
Ia mencontohkan ibu hamil yang hendak bersalin. Menurut dia, akses jalan yang rusak membuat perjalanan menuju rumah sakit menjadi lebih jauh karena warga harus menggunakan jalur alternatif.
“Kalau ada ibu hamil yang dari Desa Weekura mau datang ke rumah sakit sini, masih keliling ke Weekura sana. Kasihanlah kami masyarakat kecil,” ujar Dominggus.
Menurut dia, perbaikan jalan tersebut akan memangkas waktu tempuh warga. Terlebih jika ada warga yang sakit pada malam hari dan membutuhkan penanganan medis segera.
“Lebih singkat sekali. Kalau jalan ini diperhatikan atau diperbaiki, pasti jalan ini singkat sekali,” sebutnya.
Keluhan serupa disampaikan seorang pelajar. Ia mengatakan kondisi jalan rusak menjadi kendala bagi siswa yang setiap hari melintas menuju sekolah.
“Selama ini saya pergi di sekolah, kami mengalami jalan rusak. Mohon pemerintah melihat jalan ini agar bisa diperbaiki,” jelasnya.
Warga lainnya juga mengaku pernah jatuh dari sepeda motor akibat kondisi jalan. Ia berharap pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi memperhatikan akses tersebut.
“Kalau bisa mohon pemerintah perbaiki jalan ini agar masyarakat dari Desa Weekura bisa ikut jalan singkat dari Weekombak,” ungkapnya.
Jalan tersebut bukan hanya digunakan oleh warga Desa Weekura dan Desa Weekombak. Sejumlah warga dari desa lain juga menggunakan jalur tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Menurut informasi yang disampaikan warga, setidaknya ada sejumlah desa yang memanfaatkan akses tersebut, di antaranya Desa Sangu Ate menuju Weekura, Desa Menne Ate, Desa Kalembu Weri menuju Weekombak, serta warga Weekura menuju Weekombak.
Karena itu, warga menilai perbaikan jalan tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat dari sejumlah desa yang selama ini bergantung pada akses tersebut.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memperbaiki jalan penghubung tersebut, baik pada tahun ini maupun tahun mendatang.
“Harapan pemerintah, mohon untuk perbaiki jalan ini. Semoga pemerintah bisa lihat bagaimana keadaan jalan ini rusak, semoga bisa diperbaiki,” kata warga lain yang juga anak sekolah.
Menurut informasi yang dihimpun DetikTimur.com, persoalan jalan penghubung Desa Weekombak dan Desa Weekura juga pernah disampaikan saat Ratu Ngadu Bonnu Wulla melakukan kampanye di Desa Weekura sebelum terpilih sebagai Bupati Sumba Barat Daya.
Dalam kampanye tersebut, Ratu Ngadu Bonnu Wulla disebut pernah menyampaikan janji untuk memperhatikan dan mengerjakan jalan penghubung tersebut.
Namun, hingga kini, warga masih mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Mereka berharap janji tersebut dapat direalisasikan sehingga akses penghubung Desa Weekombak dan Desa Weekura bisa digunakan dengan lebih baik.***












