Detik Timur – Dua bulan berada di tengah masyarakat menjadi bagian dari proses belajar mahasiswa sekaligus ruang untuk menguji pengetahuan mereka di lapangan. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berharap pengalaman itu tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alphawan Rangga Kaka saat menutup dan menarik mahasiswa Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN (Gerakan Tanggulangi Kemiskinan/Stunting) Tahun 2026 di Kampus Universitas Katolik (Unika) Weetebula, Senin, 31 Agustus 2026.
Dominikus mengatakan sejumlah kegiatan yang dijalankan mahasiswa selama berada di desa telah ikut mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan kemiskinan dan stunting.
Bagi Dominikus, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat memiliki makna lebih dari sekadar menjalankan kewajiban akademik.
“Mahasiswa bukan hanya hadir sebagai pelajar, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa pengetahuan, semangat dan kepedulian serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dominikus.
Melalui kegiatan di desa, mahasiswa turut mengembangkan pemberdayaan dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di tingkat lokal. Pada saat yang sama, masyarakat menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk memahami persoalan sosial secara langsung.
Dominikus mengingatkan bahwa berakhirnya KKN tidak seharusnya menjadi tanda berhentinya manfaat yang telah dibangun selama program berlangsung.
Ia berharap inovasi maupun kegiatan pemberdayaan yang telah dirintis mahasiswa bersama masyarakat dapat diteruskan. Dengan demikian, hasil KKN tidak hanya menjadi pengalaman bagi mahasiswa, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang dapat dikembangkan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berharap perguruan tinggi terus menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung inovasi serta pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Dominikus, keberlanjutan kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat penting agar berbagai persoalan pembangunan dapat ditangani melalui kerja bersama.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Kepala LLDIKTI Wilayah XV, pimpinan perguruan tinggi, dosen pendamping lapangan, serta mahasiswa yang telah terlibat dalam pelaksanaan KKN Tematik GENTASKIN.
Dominikus berharap pengalaman mahasiswa selama berada di tengah masyarakat dapat menjadi bekal untuk menjalankan pengabdian dan memberikan kontribusi yang lebih luas setelah menyelesaikan pendidikan.***












