Detik Timur – Camat Wewewa Utara, Gidion Napu, SE, menyoroti sejumlah persoalan dasar yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, listrik, jaringan internet, air bersih hingga tingginya angka stunting.
Gidion menyebut akses pendidikan di Kecamatan Wewewa Utara relatif baik karena kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan terus meningkat. Namun, sektor kesehatan masih membutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah.
Angka stunting di Kecamatan Wewewa Utara tercatat 38,69 persen. Desa Djela Manu menjadi wilayah dengan angka stunting tertinggi, yakni 70 persen. Sementara Desa Reda Wanno tercatat sebagai yang terendah dengan 11 persen.
“Untuk kesehatan, ini yang harus didorong dan perlu perhatian ekstra dari pemerintah,” ujar Gidion.
Persoalan air bersih juga masih menjadi kebutuhan mendesak. Sebagian besar masyarakat mengandalkan Penampung Air Hujan (PAH), sementara kebersihannya belum sepenuhnya terjamin.
Sarana air leding sebenarnya tersedia, tetapi keterbatasan perawatan membuat pemanfaatannya semakin terbatas. Bahkan, Kantor Kecamatan Wewewa Utara saat ini tidak dapat menggunakan air leding karena terdapat pipa yang rusak.
Di sektor infrastruktur, kondisi sejumlah ruas jalan juga masih memprihatinkan, termasuk jalur Elopada-Omba Karena dan akses menuju desa-desa.
Atas inisiatif pemerintah kecamatan bersama tokoh masyarakat, pengusaha dan para donatur, dilakukan gotong royong memperbaiki jalan rusak dengan rabat, mulai dari Kareka Watu Dede hingga Omba Kareke.
Untuk jalur Kareka Watu Dede menuju Elopada, masyarakat menurunkan material kapur alam di sepanjang sejumlah titik jalan yang rusak. Selain itu, sebanyak 100 sak semen diberikan kepada Pj. Kiku Boko untuk mendukung perbaikan jalan di wilayah desa tersebut.
Persoalan listrik juga masih terjadi di sejumlah wilayah. Desa Wanno Talla disebut belum memiliki jaringan listrik. Sementara Desa Mawon Maliti, Djela Manu, Bondo Ponda dan Wee Namba masih memiliki sekitar 50 persen wilayah masyarakat yang belum teraliri listrik.
Karena itu, pembangunan jalan, gedung kantor, penerangan dan perluasan jaringan menjadi usulan utama Kecamatan Wewewa Utara kepada pemerintah.
Gidion mengatakan Kantor Kecamatan Wewewa Utara juga membutuhkan tambahan ruangan aula karena kapasitas aula yang tersedia belum mampu menampung hingga 100 orang. Gedung kantor kecamatan yang telah berusia lebih dari 30 tahun juga membutuhkan rehabilitasi berat atau pembangunan baru.
Selain infrastruktur, pemerintah kecamatan mengusulkan bantuan modal bagi UMKM pengrajin tenun serta pelaku usaha peternakan ayam pedaging.
“Kami berharap masyarakat tetap giat melakukan usaha-usaha ekonomi produktif, baik UMKM, kerajinan maupun keterampilan individu,” kata Gidion kepada Detiktimur.com pada Rabu, 19 Agustus 2026.***












