Detik Timur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Dominggus Tamo Ama, menggelar kegiatan sosialisasi dan peningkatan kapasitas masyarakat mengenai penerapan agroforestri, irigasi tetes, dan pupuk kompos sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus mencegah stunting dan kemiskinan ekstrem.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sumber daya pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan potensi lahan secara optimal untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan keluarga.
Dalam pemaparannya, Dominggus menjelaskan bahwa penerapan agroforestri dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Pertanian berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang meningkatkan hasil panen, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengelola sumber daya yang ada secara bijak agar tetap produktif dalam jangka panjang,” kata Dominggus.
“Melalui penerapan agroforestri, irigasi tetes, dan pupuk kompos, kami berharap masyarakat dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting dan kemiskinan ekstrem,” Lanjut Dominggus.
Selain itu, penggunaan sistem irigasi tetes dinilai mampu menghemat penggunaan air, terutama di daerah yang kerap mengalami keterbatasan sumber air.
Tak hanya itu, masyarakat juga diberikan pelatihan mengenai pembuatan pupuk kompos organik dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan.
Penggunaan pupuk organik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus memperbaiki kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Beberapa materi yang dibahas dalam kegiatan tersebut meliputi agroforestri dan kebun gizi, sistem irigasi tetes, pembuatan pupuk kompos organik, pengembangan kebun gizi keluarga, peran masyarakat dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan, serta upaya pencegahan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Dominggus berharap ilmu yang diperoleh masyarakat melalui kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendukung terwujudnya pembangunan pertanian yang berkelanjutan di desa.
“Harapan kami, materi yang disampaikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar diterapkan oleh masyarakat. Jika dikelola dengan baik, pertanian berkelanjutan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di desa,” kata Dominggus.***












