Regional

Polres Ngada Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Gempa, Warga Diminta Tak Percaya Informasi Belum Terverifikasi

×

Polres Ngada Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Gempa, Warga Diminta Tak Percaya Informasi Belum Terverifikasi

Sebarkan artikel ini
Personel Polres Ngada menyalurkan bantuan pakaian batik kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Waesae, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Jumat (11/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, polisi juga mengingatkan warga agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi tentang gempa yang belum terverifikasi. (Foto: Facebook Polres Ngada/DetikTimur.com)

Detik timur – Di tengah pemulihan setelah gempa bumi, warga Desa Waesae, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, tidak hanya membutuhkan bantuan. Mereka juga berhadapan dengan arus informasi yang belum tentu benar.

Kondisi itu menjadi perhatian personel Polres Ngada ketika mendatangi warga terdampak gempa di Desa Waesae, Jumat (11/9/2026). Selain menyalurkan pakaian batik, polisi mengingatkan warga agar tidak mudah mempercayai kabar mengenai prediksi gempa yang sumbernya tidak jelas.

Imbauan itu penting di tengah situasi pascabencana. Informasi tentang gempa yang beredar dari satu orang ke orang lain tanpa verifikasi dapat dengan cepat berubah menjadi kepanikan, terutama bagi warga yang masih merasakan dampak bencana.

Polisi meminta masyarakat tidak meneruskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Warga juga didorong untuk mengacu pada sumber resmi ketika menerima informasi mengenai potensi gempa atau perkembangan kebencanaan.

Bantuan pakaian batik yang disalurkan personel Polres Ngada menjadi bagian dari kunjungan tersebut. Namun, kehadiran polisi di tengah warga tidak berhenti pada pemberian bantuan.

Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa meminta personelnya terus membangun komunikasi dengan masyarakat terdampak. Menurut dia, setelah bencana, warga membutuhkan pelayanan, rasa aman sekaligus informasi yang benar.

“Personel harus terus hadir memberikan pelayanan, bantuan dan rasa aman kepada masyarakat. Dalam situasi pascabencana, selain bantuan sosial, edukasi dan penyampaian informasi yang benar juga sangat penting agar masyarakat tetap tenang, waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi,” kata Gede.

Pesan serupa disampaikan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko. Ia meminta jajaran kepolisian memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan memberikan edukasi kebencanaan.

Dalam situasi seperti ini, persoalannya bukan semata-mata seberapa banyak bantuan yang datang. Ketepatan informasi juga menjadi bagian dari keselamatan warga.

Bagi masyarakat yang masih hidup dalam bayang-bayang gempa, kabar tentang bencana bukan sekadar informasi. Kabar yang salah dapat memengaruhi keputusan warga untuk bertahan di rumah, mengungsi, atau menyelamatkan keluarganya.

Karena itu, setelah bantuan disalurkan, pekerjaan lain tetap menunggu: memastikan warga memperoleh informasi yang benar dan tidak dibiarkan menghadapi ketakutan yang diperbesar oleh kabar tanpa sumber.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *