Kedaulatan Data

0
21

The Great Hack merupakan sebuah film documenter yang bisa dijadikan sebagai contoh untuk melihat pentingnya kedaultana data. The Great Hack bercerita tentang perusahaan Cambrige Analytica yang punya keterlibatan besar dalam kampanye hingga terpilihanya Donald Trump dan Brexit di Inggris.

Cambridge Analytica adalah perusahaan yang membantu itu. Mereka menggunakan fasilitas teknologi dengan mencuri data secara illegal dari facebook, bertujuan membuat profil para pemilih untuk membantu kampanye pada pemilu di AS. Cambridge Analytica telah mengambil data dari 30 juta menjadi 87 juta profil dan menggabungkannya dengan data dari sumber seperti TV set-top box dan kartu kredit untuk membangun gambaran yang sangat rinci tentang segmen pemilih AS. Film itu disutradarai oleh Noujaim dan Karim Amer.

Tentang peran big data dibalik kemenangan Trump pernah ditulis oleh Seth Stephens-Davidowitz dibukunya “Everybody Lies” karya Seth Stephens-Davidowitz yang sudah diterjemah penerbit Gramedia dengan judul Everybody Lies: Big Data dan apa yang diungkapkan internet tentang siapa kita sesungguhnya.

Saya tak memberikan ulasan panjang soal film dan buku itu pada tulisan singkat ini, tetapi antara film dan buku yang saya sebutkan diatas memiliki korelasi, kedua-duanya menjelaskan tentang peran big data pada era teknologi sekarang ini.

Teknologi telah tumbuh menjadi kekuatan baru pada abad 21, dan menjadi perusahaan terkaya, pendapatanya telah melampaui perusahaan minyak. Negara-negara yang tak memiliki kemampuan dibidang teknologi terlihat begitu tertinggal. Teknologi mengubah struktur sosial hingga pada struktur politik dan negara.

Facebook yang didirikan oleh Mark Zuckerberg sebagai jejaring sosial untuk menghubungkan orang agar bisa saling menyapa kini telah berubah menjadi senjata. Mereka dengan begitu bebas mengakses data-data pribadi dalam facebook dan mengubahnya menjadi bisnir baru. Bahkan dijadikan sebagai alat untuk mengakampanyekan tentang politik kebencian. Film The Great Hack memperlihatkan AS (Trump) mengunakan sebagai politik kebencian dan ketakutan di facebook, anti rasial yang menyebabkan genosida.

Demokrasi yang mengisyaratkan adanya pemiliu yang bebas, dengan hak yang ditentukan sepenuhnya oleh individu, kini begitu mudah dan bebas diambil, data-data yang tersedia begitu banyak dan bebasa di akses, inidividu tak punya hak dalam kedaultana data. Hak orang dalam menentukan pilihan begitu mudah diretas dengan beragam aplikasi.Hak orang atas kepemilikan data dalam era teknologi mestinya dijamin oleh negara. Negara harusnya memberikan jaminan perlindungan kepada warganya, agar datanya tidak mudah diambil atau diretas berdasarkan kepentingan-kepentingan. Hak kedaulatan data harus sepenuh diberikan kepada individu, bukan dengan bebas dan dengan mudah diserahkan kepada para pebisnis teknologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here