Dari Keluarga Tidak Mampu, Pernah Jadi Buruh dan Kenek Truk

0
27
M.Hasan bersama dengan warga di Kelurahan Moti Kota, Kecamatan Pulau Moti.

M. Hasan Bay Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

M.Hasan Bay, sosok murah seyum dan mudah bergaul di berbagai kalangan masyarakat ini di kenal sebagai salah satu pengusaha sukses. Namun di balik kesuksesan yang Ia raih selama ini, ternyata ada sekelumit cerita sukah duka yang dilalui.  Keberhasilan dalam menitih karier sebagai seorang pengusaha tidak di raih dalam satu malam. Tidak dicapai semudah membalikan telapak tangan. Akan tetapi semua ini dijalani dengan penuh air mata dan pengorbanan. Lahir dari keluarga yang tidak mampu, menuntut pria berkacamata ini untuk bekerja keras agar dapurnya tetap mengepul. Pada titik inilah Ko Hama, sapaan akrabnya, bekerja sebagai seorang buruh bangunan untuk menopang pendidikannya dan ekonomi keluarga.

Di sela-sela kegiatan kampanye pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ternate di Pulau Moti, Hasan Bay bercerita tentang masa lalunya. Menggenakan celana hitam dengan atasan kemeja biru, ia menuturkan perjalanan hidupnya dari awal hingga sampai pada fase saat ini. Kesuksesan yang dia raih saat ini bukanlah warisan orang tua yang ditinggalkan kepada saya. Namun itu semua berkah dari kerja keras yang dimulai dari menjadi buruh bagunan. Bekerja dari satu tempat, lalu berpindah ke tempat yang lain. Melewati musim panas, berganti musim diging. Menikmati diginnya air hujan ketika menjadi kuli bangunan. Semua ini harus dilalui dengan sedikit menutup ruang untuk mengeluh dan memperbanyak doa kepada sang pencipta agar dimudahkan dalam bekerja dan dibukakan pintu rejeki di masa yang akan datang.

“Saya berasal dari keluarga tidak mampu. Pekerjaan serabutan seperti buruh bangunan saya lakoni. Gaji saya waktu itu Rp 1.250 per hari. Sangat kecil tapi saya selalu syukuri. Karena dijalani dengan ihklas,” tutur Hasan Bay dengan raut wajah yang sedih dan mata berkaca-kaca.

Melanjutkan kisahnya, Hasan Bay bertutur bahwa, dirinya juga pernah menjadi kenek truk, berjualan keliling untuk mencari tambahan penghasilan demi memenuhi kebutuhan uang kuliahnya. Perjalanan hidupnya ini secara tidak langsung membentuk sikap dan memotivasi dirinya untuk saling berbagi antar sesama. Masa-masa sulit ini telah memberikannya sebuah pengalaman dan pelajaran. Sehingga ketika dalam kesempatan menjadi Calon Walikota Ternate ini, Hasan Bay telah merasakan betul menjadi orang susah yang harus bekerja keras untuk menopang ekonomi keluarga. Berangkat dari perjalanan hidupnya, Ko Maha berkomitmen ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat ketika dirinya diamanahkan memimpin Kota Ternate.

“Saya ingin membuka akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya sehingga kesejahteraanya meningkat. Saya ingin anak-anak dari kalangan buruh bangunan, kenek truk, maupun pelaku UMKM semuanya harus sekolah gratis. Karena saya pernah merasakan hal yang sama dengan mereka rasakan,” kata Ko Hama di bawah tenda biru dan dalam suasanan cuaca yang mendung.

Dia menambahkan, dirinya bersama dengan Calon Wakil Walikota Moh. Asghar Saleh telah menyiapkan program seperti Balai Kerja Rakyat, Ternate Creative Hub, Communal Branding, Urban Farming, Kewirausahaan bagi petani dan nelayanan. “Bagi masyarakat yang punya usaha kecil-kecil dapat bergabung di program BKR untuk pelatihan dan strategi pemasaran produk. Bagi petani dan nelayan telah disiapkan program di dua sektor ini. Misalnya, kalau ada keluarga petani dan nelayan yang telah memiliki usaha atau ingin mengembangkan usaha, maka sudah ada program untuk mendukungnya. Seperti di BKR dan program khusus kewirausahaan bagi petani dan nelayan,” pungkasnya.    Perlu di ketahui bahwa, pasangan nomor urut 3, Calon Walikota dan Wakil Walikota ini memiliki 10 program prioritas. Beberapa diantaranya mendukung pembukaan lapangan pekerjaan melalui program BKR, Ternate Creative Hub, Urban Farming, dan Kewirausahaan bagi petani dan nelayanan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here