Detik Timur – Kapolsek Lewa, Kabupaten Sumba Timur, Ipda Marius Pajaru Himbir, memilih pendekatan kekeluargaan dalam menangani persoalan masyarakat yang memungkinkan diselesaikan secara damai.
Menurut Marius, penyelesaian perkara di tingkat Polsek tidak selalu harus berujung pada hubungan yang semakin renggang antarpihak. Karena itu, tokoh masyarakat dilibatkan ketika sebuah persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah.
“Penyelesaian kasus selalu libatkan tokoh-tokoh,” kata Marius.
Ia memastikan masyarakat yang memilih berdamai tidak dibebani biaya tambahan untuk kebutuhan administrasi sederhana. Pihak Polsek, kata dia, dapat membantu menyediakan meterai.
“Justru kalau masyarakat damai di Polsek kami yang siapkan meterai dan menyiapkan nasi kuning untuk mereka makan bersama,” ujarnya.
Bagi Marius, cara tersebut merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat. Kantor polisi, menurut dia, harus menjadi tempat yang membuat warga merasa aman ketika datang menyampaikan persoalan.
Pendekatan itu juga ia terapkan di internal Polsek Lewa. Setiap pekan, Marius mengumpulkan seluruh anggota untuk makan bersama dan berbagi informasi.
“Kami selalu mengumpulkan anggota setiap minggu, makan bersama, sharing dan bersama-sama anggota turun TKP,” katanya.
Ia menilai kekompakan anggota menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas kepolisian.












