Detik Timur – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya mendapat tambahan anggaran Rp81,8 miliar dari pemerintah pusat. Sebagian besar dana itu, Rp76,3 miliar, dialokasikan untuk kebutuhan penggajian aparatur sipil negara atau ASN.
hal tersebut disampaikan Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla dalam pidato yang dibacakan Camat Wewewa Barat Enos Bali Ate saat apel HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Ratu Dimu, Desa Weemangura, Kecamatan Wewewa Barat, Senin, 17 Agustus 2026.
Adapun Rp5,5 miliar lainnya diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas fiskal daerah tertinggal, terdepan dan terluar.
Enos mengatakan tambahan anggaran tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap kemampuan fiskal daerah. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan penggunaannya efektif, tepat waktu dan tepat sasaran.
Dukungan pemerintah pusat untuk SBD tidak hanya berupa tambahan anggaran. SBD juga mendapat program pembangunan 750 unit rumah swadaya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain itu, SBD memperoleh dukungan Rp1,38 miliar bagi masyarakat pesisir di lima desa melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.
Di sektor pendidikan, SBD ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat dengan nilai sekitar Rp245 miliar. Sekolah berasrama tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 10 hektare di Kecamatan Laura.
Program itu diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Keberhasilan pembangunan hari ini bukanlah hasil kerja satu pihak pemerintah. Semua ini merupakan buah sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemuda, pemerintah pusat, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh masyarakat,” kata Enos.
Di sektor ekonomi, Pemkab SBD menempatkan pertanian, peternakan, perikanan, koperasi, perdagangan dan industri sebagai sektor yang terus diperkuat.
Pengembangan ekonomi kreatif juga diarahkan pada perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap produk lokal dan motif tenun tradisional serta penguatan pembinaan digital bagi pelaku usaha muda.***












