Regional

Warga Lamboya Diimbau Jaga Keamanan dan Ketertiban, Kapolsek: Keamanan Bukan Hanya Tugas Polisi, tapi Tanggung Jawab Bersama

×

Warga Lamboya Diimbau Jaga Keamanan dan Ketertiban, Kapolsek: Keamanan Bukan Hanya Tugas Polisi, tapi Tanggung Jawab Bersama

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Lamboya Ipda Horacio C. G. Do Rego saat memberikan keterangan kepada media terkait situasi kamtibmas dan imbauan pencegahan kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (8/8/2026). (Detik Timur/Kobus Tena)

Detik Timur – Kepolisian Sektor (Polsek) Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar memasuki musim kemarau.

Kapolsek Lamboya Ipda Horacio C. G. Do Rego mengatakan pembakaran lahan dapat memicu kebakaran yang meluas, termasuk mengancam permukiman warga. Hal itu menjadi perhatian karena masih terdapat rumah-rumah tradisional yang mudah terbakar.

“Memasuki musim kemarau agar dalam membuka lahan pertanian atau kebun baru tidak dengan cara membakar lahan karena bisa berdampak terjadinya kebakaran rumah, mengingat masih banyak rumah-rumah tradisional yang mudah terbakar,” kata Horacio kepada media ini, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Selain mengantisipasi kebakaran, kata dia, Polsek Lamboya saat ini memfokuskan kegiatan pada patroli rutin, penanganan perkara secara profesional, pendekatan kepada masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan TNI dan tokoh masyarakat.

“Saat ini fokus kami pada giat patroli rutin, penanganan perkara yang profesional, pendekatan kepada warga, serta sinergi dengan TNI dan tokoh masyarakat,” ujarnya.

Horacio mengatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Lamboya secara umum masih aman dan kondusif. Namun, sejumlah persoalan sosial seperti sengketa lahan dan perselisihan antara warga masih menjadi perkara yang harus ditangani.

“Secara umum situasi kamtibmas di wilayah kami aman dan kondusif, meski masih ada sengketa lahan dan perselisihan yang kami tangani dengan baik,” jelasnya.

Menurut Horacio, salah satu kendala yang dihadapi kepolisian ialah luas wilayah yang harus dijangkau tidak sebanding dengan jumlah personel yang tersedia.

“Kendala yang kami hadapi antara lain tentu yang utama wilayah yang cukup luas sementara jumlah anggota Polri terbatas, serta masih ada warga yang menyelesaikan masalah sendiri sebelum melapor ke pihak berwenang,” tandasnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri ketika menghadapi persoalan. Menurut dia, penyelesaian melalui musyawarah dan mekanisme yang berlaku dapat mencegah konflik berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Ia juga mengingatkan warga untuk mematuhi aturan dan kesepakatan adat, tidak membawa senjata tajam, serta menghindari tindakan main hakim sendiri.

“Mari bersama-sama menjaga kamtibmas, selesaikan masalah lewat musyawarah, patuhi aturan dan kesepakatan adat, serta jangan membawa senjata tajam dan melakukan tindakan main hakim sendiri,” katanya.

Horacio turut meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau isu yang belum jelas kebenarannya.

“Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan di Lamboya bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya diperlukan untuk mempertahankan situasi yang aman.

“Ingatlah, keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab kita semua demi kedamaian Kecamatan Lamboya,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *