Detik Timur – Turnamen sepak bola tingkat Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antardesa sekaligus mencari bibit pemain muda potensial.
Kepala Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat, Dominikus Willu Ate, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal dirancang oleh Camat Wewewa Barat sebagai upaya membangun hubungan silaturahmi antardesa di wilayah tersebut.
“Dari awal perencanaan oleh Bapak Camat Wewewa Barat membuka kegiatan ini, yang pertama itu bagaimana membangun hubungan silaturahmi antara desa dengan desa dalam hal ini Kecamatan Wewewa Barat,” ujar Dominikus saat diwawancarai DetikTimur.com di Persimpangan Malo bulu, Desa Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurutnya, turnamen tersebut juga menjadi kesempatan untuk menemukan talenta-talenta muda yang nantinya dapat dipersiapkan mewakili Kecamatan Wewewa Barat dalam berbagai ajang sepak bola tingkat kabupaten.
“Yang kedua membangun atau mencari bibit-bibit untuk Kecamatan Wewewa Barat ini yang bakal diprioritaskan menjadi anak-anak yang siap maju pada masa depan Wewewa Barat. Kalau ada pertandingan Bupati Cup di kabupaten nanti, melalui kesempatan ini kita bisa mempersiapkan mereka,” katanya.
Dominikus menjelaskan, turnamen tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sebanyak 20 desa ikut berpartisipasi dengan menghadirkan 21 tim, termasuk satu tim khusus dari Umma Kalada.
“Kegiatan ini dibuka untuk merespons keinginan masyarakat Kecamatan Wewewa Barat yang ingin adanya kegiatan olahraga seperti ini,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, selama kurang lebih dua minggu pelaksanaan turnamen berjalan dengan baik. Antusiasme masyarakat cukup tinggi dan seluruh pertandingan berlangsung aman meskipun sempat terjadi perbedaan pendapat kecil di lapangan.
“Perjalanan selama kurang lebih dua minggu ini sangat bagus. Masyarakat semua merespons, tidak ada kendala di lapangan. Kalau ada selisih paham sedikit, langsung diperbaiki sampai saat ini kegiatan berjalan dalam keadaan damai dan tentram,” ungkap Dominikus.
Pemerintah Desa Kabali Dana, lanjut dia, terus mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut dengan mengedepankan nilai-nilai positif dan menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami dari pihak desa selalu melihat hal-hal positif, bagaimana kegiatan ini terus berlangsung dalam keadaan damai dan tentram,” katanya.
Meski demikian, Dominikus menyebut pihak desa masih menghadapi keterbatasan anggaran. Dana desa telah selesai ditetapkan dalam APBDes, sementara kegiatan tersebut baru dilaksanakan. Karena itu, pihak desa membuat proposal untuk mencari dukungan dari pihak-pihak yang bersedia membantu.
“Kami juga dari pihak desa membuat proposal dalam hal meminta bantuan dana kepada siapa saja yang bersedia membantu. Karena kami terbatas, dana desa sudah selesai penetapan APBDes, sementara kegiatan ini baru dibuka. Namun demikian kami tidak mundur demi kebaikan bersama,” pungkasnya.***












