Regional

Trauma Healing Digelar untuk Anak-anak Terdampak Konflik di Adonara Timur

×

Trauma Healing Digelar untuk Anak-anak Terdampak Konflik di Adonara Timur

Sebarkan artikel ini
Wakapolres Flores Timur bersama personel dan Polwan memimpin kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak perselisihan antarwarga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Rabu (29/7/2026). (Sumber foto: tribratanewsflorestimur.com)

DetikTimur – Polres Flores Timur menggelar trauma healing bagi anak-anak yang terdampak perselisihan antar warga di Kecamatan Adonara Timur, Rabu (29/7/2026). Kegiatan itu difokuskan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak sekaligus membangkitkan kembali semangat mereka menjalani aktivitas belajar.

Pendampingan dilakukan di dua titik, yakni Balai Dusun Bele, Desa Waiburak, dan SDK Narasaosina. Kegiatan dipimpin Wakapolres Flores Timur Kompol I Ketut Mastina bersama personel serta Polwan Polres Flores Timur.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak mengikuti permainan edukatif, bernyanyi, menerima motivasi, hingga menjalani terapi Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique (USEFT). Pendekatan tersebut digunakan untuk membantu mengurangi dampak trauma yang dialami anak-anak setelah perselisihan antar warga.

Selain pendampingan psikologis, jajaran Polres Flores Timur menyerahkan tas sekolah dan alat tulis yang merupakan bantuan dari Kapolda Nusa Tenggara Timur. Bantuan itu diharapkan dapat menambah motivasi anak-anak untuk kembali belajar.

Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan pemulihan psikologis anak menjadi bagian penting dalam penanganan pascakonflik. Menurut dia, pendekatan humanis diperlukan agar anak-anak kembali merasa aman dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari.

“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita jaga bersama. Melalui trauma healing, terapi USEFT, serta pemberian bantuan tas sekolah dan alat tulis dari Bapak Kapolda NTT, kami berharap mereka kembali memiliki semangat, rasa percaya diri, dan motivasi untuk belajar. Semoga perhatian ini dapat menjadi penguat bagi anak-anak untuk terus meraih cita-cita dan tumbuh dalam suasana yang aman, damai, serta penuh harapan,” kata Eliezer.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *