DetikTimur – Bedengan-bedengan mulai terbentuk di lahan milik warga Desa Pahola, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat. Lahan itu disiapkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (Gentaskin) bersama masyarakat sebagai awal pengembangan kebun hortikultura untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Pembuatan bedengan dilakukan secara gotong royong oleh 21 mahasiswa yang berasal dari Universitas Katolik (Unika) Weetebula, Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Akademi Keperawatan (Akper) Waikabubak, dan Poltekkes Kesehatan Bakti Sumba. Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada upaya menekan angka stunting dan kemiskinan di Desa Pahola.
Bedengan itu akan dimanfaatkan sebagai lahan budidaya berbagai jenis sayuran. Selain memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi keluarga, hasil panen juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi apabila dipasarkan.
Ketua Kelompok KKNT Gentaskin Desa Pahola, Fatno, mengatakan pemanfaatan lahan kosong menjadi kebun sayur merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami ingin mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam berbagai jenis sayuran. Selain dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga, hasil panennya juga memiliki nilai ekonomi sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Fatno.
Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kegiatan selama pelaksanaan KKN, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatan kebun sayur oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Wakil Ketua Kelompok KKNT Gentaskin Desa Pahola, Ming Ghoghi, mengatakan upaya pencegahan stunting memerlukan tindakan nyata, salah satunya dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan bergizi melalui pengembangan kebun hortikultura.
“Kami berharap bedengan yang telah dibuat ini menjadi awal lahirnya kebun-kebun sayur produktif di Desa Pahola. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh sumber pangan bergizi secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.
Program Gentaskin merupakan kolaborasi sejumlah perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur yang mengintegrasikan kegiatan pengabdian mahasiswa dengan upaya pemberdayaan masyarakat. Di Desa Pahola, pembangunan bedengan menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong pemanfaatan potensi lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis desa.***












